Baca Juga: 10 Cara Mengendalikan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat-Obatan (2)
Pastikan untuk menjadikan ini saat yang menyenangkan. Jangan marah pada anak karena tidak buang air besar. Gunakan sistem penghargaan untuk membuatnya menyenangkan. Berikan stiker atau hadiah kecil lainnya. Atau buatlah poster yang menunjukkan perkembangan anak.
Dalam beberapa kasus, perubahan ini mungkin tidak membantu. Atau penyedia layanan kesehatan anak mungkin mendeteksi masalah lain. Jika demikian, penyedia layanan mungkin merekomendasikan penggunaan obat pencahar, pelunak tinja, atau enema.
Produk-produk ini hanya boleh digunakan jika direkomendasikan oleh penyedia layanan anak. Jangan menggunakannya tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan anak terlebih dahulu.
Apa saja komplikasi dari sembelit?
Kotoran yang keras dapat mengiritasi atau merobek lapisan anus (fisura ani). Hal ini membuat buang air besar terasa nyeri. Anak mungkin enggan buang air besar karena sakit. Hal ini dapat membuat sembelit semakin parah.
Baca Juga: Survei Pengobatan Lupus dengan Steroid Oral, Adakah Efek Sampingnya?
Bisakah sembelit dicegah?
Sembelit dapat dicegah dengan mengetahui waktu terjadinya, dan melakukan perubahan yang tepat.
Misalnya, ketika bayi mulai makan makanan padat, bisa terjadi sembelit. Ini karena mereka tidak mendapatkan cukup serat dalam pola makan barunya. Anda dapat menambahkan serat ke dalam makanan bayi dengan memberikan bubur sayur dan buah. Atau cobalah sereal gandum utuh atau multigrain.
Sembelit juga bisa terjadi saat toilet training. Anak-anak yang tidak suka menggunakan toilet biasa mungkin akan menahan tinjanya. Hal ini menyebabkan sembelit.
Semua anak harus mendapatkan jumlah serat dan cairan yang tepat. Tindakan pencegahan lainnya termasuk memastikan anak memiliki:
- Akses rutin ke kamar mandi
- Cukup waktu untuk menggunakan toilet
- Latihan fisik secara teratur
Perubahan yang sama yang dapat membantu mengatasi sembelit juga dapat membantu menghentikannya.
Baca Juga: Hari Lupus Sedunia 10 Mei, Tingkatkan Kesadaran dan Edukasi Penyakit Autoimun
Hidup dengan sembelit