Smartparent.id Game Roblox, saat ini begitu digandrungi anak-anak. Mereka betah berjam-jam berpetualang di game tersebut. Menyelesaikan misi melewati ringtangan-rintangan hingga sampai finish.
Tak hanya Roblox, banyak game-game lain yang sangat mudah diunduh di situs unduh game. Daya tariknya pun beragam. Ada yang menawarkan keseruan berdandan, keseruan balap di jalan raya, keseruan membangun kota, dan banyak lagi.
Kegandrungan ini, jika tak segera diantisipasi, bisa mengganggu kesehatan mata. Pada 2023 lalu, IROPIN (Ikatan Profesi Optometris Indonesia) melakukan penelitian di beberapa daerah di Indonesia. Hasilnya, 350-400 dari 1000 anak yang sering bergawai mengalami gangguan mata. Data ini meningkat dibandingkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2012 yang mencatat prevalensi 24,7 persen.
Gangguan kesehatan mata ini berupa kelainan refraksi yaitu cahaya yang masuk ke mata tidak bisa difokuskan dengan baik yang membuat bayangan benda terlihat tidak atajam atau buram. Karena kurang jelas penglihatan ini maka anak membutuhkan kacamata. Pemakaian kacamata pun dapat mengganggu anak beraktivitas, belajar, juga bersosialisasi.
Baca Juga: Awas! Ini Bahaya MInum Alkohol Bagi Kehamilan dan Janin
Tanda-tanda Kesehatan Mata Bakal Terganggu
Gangguan kesehatan mata akibat terlalu sering dan lama bergawai diawali dengan beberapa tanda pada mata. Jika muncul tanda, maka ingatkan anak untuk beristirahat.
- Astenopia
Astenopia adalah gejala-gejala yang muncul karena upaya berlebihan untuk memperoleh ketajaman penglihatan. Keluhan tersebut misalnya :
Okuar; mata pegal, berat, cepat lelah, pedas, panas, tak nyaman atau sakit sekitar mata. Visual; penglihatan menjadi kabur rangkap atau penglihatan warna berkurang. Referal; sakit kepala,mual, nyeri bahu dan punggung.
Keluhan-keluhan ini bersifat individual, dan biasanya bisa diatasi dengan beristirahat. Biasanya usai bangun tidur keluhan akan hilang. Tetapi jika esoknya anak melakukan hal yang sama lagi, terus berulang, maka gangguan kesehatan mata bisa terjadi.
- Mata kering
Kondisi ini terjadi karena mata anak jarang berkedip yang diakibatkan anak terlalu asyik berkonsentrasi dengan gawainya, juga karena terlalu lama terpapar sinar terang—kuat dari gawai. Mengatasinya cukup dengan menghentikan bergawai, mengistirahatkan mata, atau menggunakan tetes mata. Sayangnya, anak sulit mengontrol kecanduannya sehingga peran orangtua untuk mengingatkan anak sangat penting.
Baca Juga: Selama ini Kita Salah, Kondom Tidak 100 Persen Mencegah Kehamilan dan Penyakit Kelamin
Bola Mata Bulat, itu yang Sehat!
Bentuk mata yang baik adalah bulat. Kecanduan bergawai dapat membuat bentuk bola mata berubah menjadi lonjong. Sebab, dinding pada bola mata anak masih lembek, jika kontraksi otot mata begitu lama maka bentuknya rentan berubah menjadi lonjong. Perubahan bentuk mata ini akan membuat penglihatan anak terganggu, ia akan mengalami penurunan ketajaman penglihatan jauh, rabun jauh atau istilah kedokterannya myopia.