Smartparent.id Kasus penderita Demam Berdarah Dengue belakangan meningkat. Di tengarai, puncaknya di bulan April 2024, seiring dengan datangnya musim pancaroba, peralihan dari musim hujan ke musim panas.
Dilansir dari situs Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dari Januari hingga 16 April 2024, terdapat 3.875 kasud DBD di Jakarta. Enam orang di antaranya meninggal dunia. Sejak Januari hingga Maret 2024 ada tren peningkatan, Januari 310 kasus, Februari 768 kasus, Maret 2.163 kasus, sementara di pertengahan April yang diprediksi meningkat terlihat menurun dengan hanya 635 kasus.
DBD termasuk penyakit yang cukup berbahaya yang jika tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Setiap tahun, sekitar 100 juta orang terjangkit penyakit ini.
Baca Juga: Ini, 7 Langkah Awal Jika Anak Terkena Batuk dan Pilek
Apa Saja Gejalanya?
Ada beberapa gejala yang umum muncul jika terjangkit DBD; demam tinggi, tubuh menggigil, sakit kepala berat, muncul bintik-bintik merah pada kulit, sakit tenggorokan, nafsu makan menurun, mual dan nyeri pada perut, perdarahan pada gusi, mimisan, nyeri tulang, otot, dan sendi, dan lainnya. Biasanya gejala ini muncul sekitar empat hingga tujuh hari setelah virus masuk ke tubuh (inkubasi).
Biasanya, saat gejala awal muncul, moms berusaha melakukan pertolongan pertama, misalnya dengan memberikan paracetamol untuk mengatasi pusing dan demam. Lalu meminta anak beristirahat sambil memberinya asupan nutrisi, vitamin, minum air hangat, atau obat herbal, untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi kemudian. Gejala reda dan hilang atau penyaikit semakin berat. Boleh menunggu hingga 3-5 hari untuk melihat perkembangan kondisi anak. Tetapi Jika terlihat memberat, anak semakin tidak nyaman, demam tak turun-turun, sulit sekali makan/minum, meski belum sampai 3 hari segeralah bawa ke dokter atau rumah sakit.
Pada kasus DBD yang berat biasanya anak harus dirawat di rumah sakit. Ia akan diberikan obat lewat infus agar pengobatan lebih efektif, dilakukan pemantauan intensif seperti tekanan darah, kadar trombosit, dan kondisi umum pasien. Jika terjadi perdarahan bisa dilakukan transfusi untuk mengganti darah yang hilang.
Dengan penanganan dan pengobatan yang tepat, biasanya gejala akan reda dalam waktu beberapa minggu. Selanjutnya penderita butuh waktu beberapa minggu lagi untuk recovery tubuhnya hingga sembuh total.
Ayo Cegah DBD!
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kita bisa melakukan beberapa langkah untuk mencegah terjangkit DBD.
- Vaksin DBD
Saat ini sudah ada vaksin DBD. Berisi 4 jenis virus DBD yang sudah dilemahkan DENV1, DENV2, DENV3, hingga DENV4. Virus yang sudah dilemahkan ini tidak menyebabkan penyakit melainkan dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sistem antibodi.