SMARTPARENT.ID – Moms and Paps, apakah anak menunjukkan gelagat tidak mau sekolah? Yuk, kita cek tanda-tanda yang muncul pada anak tak mau sekolah.
Apakah anak mengeluh sakit perut ketika hendak berangkat ke sekolah? Apakah keluhan itu hilang saat ia di rumah, tapi muncul kembali keesokan paginya? Lalu, apakah anak mengamuk ketika Anda memaksanya untuk bersekolah?
Jika ya, anak mungkin mengalami apa yang disebut mogok sekolah atau tak mau sekolah. Anak-anak yang tidak mau sekolah biasanya karena mengalami kecemasan.
Anak tak mau sekolah tidak sama dengan membolos. Anak-anak yang membolos biasanya lebih menantang dan suka menipu, dan orang tua mereka tidak sadar bahwa mereka tidak bersekolah. Sebaliknya, anak-anak yang menolak sekolah sering kali adalah anak-anak yang berkelakuan baik dan patuh, kecuali dalam keadaan mengalami kecemasan.
Baca Juga: TAK PERLU BINGUNG, INI 7 LANGKAH MUDAH MENSTIMULASI BAYI AGAR BISA MERANGKAK
Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi anak tak mau sekolah seperti dilansir dari psychologytoday.
- Periksa penyebab fisik.
Jika anak Anda mengeluhkan gejala fisik, periksakan dia ke dokter. Kecil kemungkinannya ada sesuatu yang salah secara fisik pada anak, namun Anda tentu tidak ingin membuat asumsi tersebut dan kemudian mengetahui bahwa Anda salah.
- Bicaralah dengan anak.
Bicarakan tentang apa yang mengganggunya, sekaligus jelaskan bahwa akan dibuat rencana untuk kembali ke sekolah. Namun perlu diingat bahwa beberapa anak tidak dapat menjelaskan apa yang mengganggu mereka.
Jangan memaksakan percakapan jika sepertinya tidak akan menghasilkan apa-apa. Pesan terpenting yang ingin disampaikan adalah: Anda yakin anak dapat mengatasi masalah ini, dan Anda akan hadir untuk membantunya melewati masalah tersebut.
- Jangan berdebat atau memarahi.
Hindari perdebatan panjang tentang pentingnya bersekolah. Ceramah tidak akan membawa manfaat apa pun, dan malah memperburuk keadaan. Perhatian apa pun, bahkan perhatian negatif, dapat memperkuat dan mempertahankan suatu masalah.
Baca Juga: Ini Dampak Negatif CTM untuk Ibu Hamil, Berisiko Sebabkan Gangguan Janin
- Cari tahu alasannya.
Carilah pola kapan anak Anda mengeluh sakit. Apakah dia bangun dengan sakit perut atau sakit kepala? Apakah dia mengeluh tentang hal-hal ini ketika dia sedang sibuk dan perhatiannya teralihkan? Apakah dia merasa sakit pada hari Sabtu?
Bersikaplah objektif dan bermainlah sebagai detektif. Lakukan ini dengan cara yang sederhana dan tidak menuduh; tidak ada gunanya membuat anak bersikap defensif. Carilah petunjuk tentang apa yang menyebabkan anak tidak masuk sekolah.
- Siapkan waktu berjumpa dengan guru.
Kedua orang tua harus bertemu dengan guru dan/atau konselor sekolah. Ini menunjukkan bahwa Anda terlibat dan berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut.