Dikutip dari Hopkins Medicine, purpura trombositopenik imun (ITP) adalah kelainan darah di mana jumlah trombosit berada di bawah normal. Trombosit sendiri berfungsi membantu proses pembekuan darah.
Ketika jumlah trombosit rendah, tubuh menjadi lebih mudah mengalami memar, gusi berdarah, hingga pendarahan internal. ITP terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang trombosit sendiri.
ITP termasuk penyakit autoimun yang cukup jarang dan bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.
Jenis ITP
ITP terbagi menjadi dua jenis utama:
- ITP Akut
Jenis ini paling sering terjadi pada anak-anak. Biasanya muncul setelah infeksi virus seperti cacar air. Gejalanya muncul tiba-tiba dan umumnya hilang dalam waktu kurang dari 6 bulan, bahkan bisa sembuh dalam beberapa minggu tanpa pengobatan. - ITP Kronis
Jenis ini dapat terjadi pada segala usia dan berlangsung lebih lama, bahkan bisa bertahun-tahun atau seumur hidup. Lebih sering dialami orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada remaja. Kondisi ini dapat hilang dan kambuh kembali sehingga membutuhkan pemantauan rutin.
Penyebab ITP
ITP terjadi karena kesalahan sistem imun yang menyerang trombosit. Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti:
- Obat-obatan tertentu
- Infeksi virus (misalnya cacar air, hepatitis C, atau HIV/AIDS)
- Kehamilan
- Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus
- Kanker darah seperti limfoma dan leukemia tingkat rendah
Namun, dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui.
Gejala ITP
Jumlah trombosit normal berkisar antara 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah. Pada ITP, jumlah ini bisa turun di bawah 100.000, bahkan pada kondisi berat bisa kurang dari 10.000.
Gejalanya antara lain:
- Memar tanpa sebab yang jelas (purpura)
- Bintik merah kecil di kulit (petechiae)
- Mimisan
- Gusi berdarah
- Menstruasi berlebihan
- Darah pada muntah, urin, atau feses
- Pendarahan di kepala (paling berbahaya)
- Mudah lelah
Gejala bisa berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahan.