Ciri-ciri:
- Fokus pada solusi, bukan hukuman.
- Memperkuat perilaku baik melalui pujian dan dukungan.
- Menghindari teriakan, bentakan, atau ancaman.
Kenapa cocok?
Anak-anak sekarang cenderung sensitif dan mudah stres. Positive parenting membantu mereka tumbuh dengan rasa percaya diri dan mental yang sehat.
Tips menerapkannya:
- Ucapkan terima kasih atau pujian saat anak berbuat baik.
- Gunakan konsekuensi logis daripada hukuman fisik atau emosional.
- Beri contoh yang baik dalam mengelola emosi.
- Mindful Parenting (Parenting dengan Kesadaran Penuh)
Mindful parenting adalah gaya pengasuhan yang mengajak orang tua hadir secara utuh—baik secara fisik maupun emosional—dalam interaksi dengan anak.
Baca Juga: Bayi Baru Lahir hingga 1 Tahun: Begini Tumbuh Kembangnya dari Hari ke Hari!
Ciri-ciri:
- Orang tua mendengarkan dengan penuh perhatian.
- Tidak bereaksi secara impulsif.
- Memberi ruang pada emosi anak tanpa menghakimi.
Kenapa cocok?
Anak-anak zaman now sering merasa "nggak didengerin" karena orang tua sibuk kerja atau main gadget. Mindful parenting ngajak kita untuk benar-benar hadir buat mereka.
Tips menerapkannya:
- Saat anak bicara, simpan dulu HP dan fokuskan perhatian.
- Validasi emosi anak, misalnya: "Mama tahu kamu lagi sedih, boleh cerita nggak?"
- Sadari emosi diri sendiri sebelum merespons anak yang tantrum atau rewel.
- Gentle Parenting (Parenting Lembut dan Empatik)
Gentle parenting sangat cocok untuk anak-anak yang sensitif atau punya kebutuhan khusus. Gaya ini menekankan pada kesabaran, empati, dan hubungan jangka panjang.
Ciri-ciri:
- Tidak menggunakan ancaman atau hukuman.
- Mengutamakan koneksi emosional.
- Anak diperlakukan sebagai individu yang setara secara nilai.
Kenapa cocok?
Anak-anak masa kini butuh rasa aman untuk bisa berkembang. Gaya gentle parenting membantu menciptakan hubungan penuh kasih yang saling menghormati.
Tips menerapkannya:
- Ganti kalimat “jangan nakal!” dengan “mama tahu kamu kesal, yuk kita cari cara bareng.”
- Bangun rutinitas yang membuat anak merasa nyaman.
- Ajarkan emosi dengan bahasa sederhana.
Baca Juga: Apa yang Harus Diketahui Calon Ibu Sebelum Melahirkan?