anak

Cara Mengatasi Anak yang Menangis Saat Ditinggal di Daycare

Selasa, 25 Februari 2025 | 17:21 WIB
Mengatasi tangisan anak saat ditinggal di daycare memerlukan kesabaran, konsistensi, dan pendekatan yang penuh kasih sayang. (unsplash+)

SMARTPARENT.ID - Menitipkan Si Kecil di daycare seringkali menjadi tantangan emosional bagi Moms, terutama ketika anak menangis saat ditinggal. Perasaan bersalah, cemas, dan khawatir kerap menghantui. Namun, penting untuk diingat bahwa fase ini adalah bagian normal dari perkembangan anak dan dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Berikut ini adalah panduan komprehensif untuk membantu Moms mengatasi situasi ini.

Memahami Penyebab Anak Menangis Saat Ditinggal di Daycare

Anak-anak, terutama yang berusia antara 8 bulan hingga 1 tahun, sering mengalami separation anxiety atau kecemasan berpisah. Pada usia ini, mereka mulai menyadari keberadaan dan ketidakhadiran orang tua, sehingga perpisahan sementara dapat memicu kecemasan. Selain itu, adaptasi ke lingkungan baru dengan orang-orang yang belum dikenal juga dapat menjadi faktor penyebab tangisan saat ditinggal di daycare.

Strategi Mengatasi Anak Menangis Saat Ditinggal di Daycare

  1. Pemilihan Waktu yang Tepat

Usahakan untuk tidak memulai penempatan anak di daycare pada usia puncak separation anxiety, yaitu antara 8 hingga 12 bulan. Jika memungkinkan, pilih waktu di mana anak lebih siap untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

 

  1. Latihan Perpisahan Secara Bertahap

Sebelum hari pertama di daycare, latih anak untuk terbiasa berpisah dalam waktu singkat. Mulailah dengan meninggalkannya bersama anggota keluarga lain atau pengasuh selama beberapa menit, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap. Hal ini membantu anak memahami bahwa Moms akan selalu kembali setelah pergi.

Baca Juga: Bagaimana Mengetahui Jika Anak Nyaman di Daycare?

  1. Kunjungan Awal ke Daycare

Ajak Si Kecil mengunjungi daycare beberapa kali sebelum resmi dititipkan. Biarkan ia bermain dan mengenal lingkungan serta pengasuhnya dengan kehadiran Moms di sana. Ini akan membuatnya merasa lebih aman dan familiar saat mulai ditinggal.

 

  1. Ciptakan Ritual Perpisahan yang Konsisten

Membangun ritual perpisahan yang singkat namun penuh kasih sayang dapat memberikan rasa aman bagi anak. Misalnya, pelukan, ciuman, atau lambaian tangan sebelum pergi. Pastikan untuk selalu berpamitan meskipun anak menangis, agar ia belajar memahami bahwa perpisahan ini sementara dan Moms akan kembali.

 

  1. Bawa Benda Kesayangan

Memberikan anak benda favorit seperti boneka atau selimut dapat memberikan rasa nyaman dan aman saat berada di lingkungan baru. Benda ini berfungsi sebagai pengingat rumah dan kehadiran Moms.

  1. Tetap Tenang dan Konsisten

Anak dapat merasakan emosi orang tuanya. Jika Moms terlihat cemas atau ragu, anak akan menangkap sinyal tersebut dan merasa tidak aman. Oleh karena itu, tunjukkan sikap tenang dan yakin saat meninggalkan anak di daycare. Konsistensi dalam perilaku dan rutinitas akan membantu anak beradaptasi lebih cepat.

Halaman:

Tags

Terkini