news-n-trend

Buktikan Komitmen Internasional Melalui CreaFest 2026, USH Hadirkan Pakar dari Ming Chi University of Technology Taiwan

Senin, 4 Mei 2026 | 20:44 WIB

SUKOHARJO, SMARTPARENT.ID - Universitas Sugeng Hartono (USH) menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan berstandar global melalui penyelenggaraan CreaFest 2026.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pameran inovasi mahasiswa, tetapi juga memperkuat dimensi internasional melalui kolaborasi akademik lintas negara.

Salah satu agenda utama dalam CreaFest 2026 adalah International Seminar yang menghadirkan Prof. Thu-Hua Liu dari Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan.

Baca Juga: Para Busui Tawarkan Donor ASIP untuk Bayi Korban Kecelakaan KRL Stasiun Bekasi Timur

Dalam seminar tersebut, dibahas topik “A Global Learning Blueprint: Shaping Innovative Minds for a Global Future”, yang menyoroti pentingnya desain pembelajaran global dalam membentuk generasi inovatif di tengah dinamika dunia yang terus berubah.

Seminar ini menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan peserta, sekaligus membuka wawasan mengenai arah pendidikan masa depan yang semakin terintegrasi secara global.

Kehadiran pakar internasional tersebut mencerminkan upaya USH dalam membangun jejaring akademik lintas negara serta menghadirkan perspektif global ke dalam lingkungan pembelajaran.

Baca Juga: Dasco Ungkap Danantara Masuk ke Perusahaan Ojol, Potongan Aplikator Dipastikan Turun jadi 8 Persen

Selain seminar internasional, CreaFest 2026 juga diisi dengan pameran karya mahasiswa yang menampilkan berbagai inovasi berbasis teknologi.

Beberapa di antaranya meliputi pengembangan sistem computer vision untuk deteksi kantuk serta proyek metaverse Keraton Surakarta yang menggabungkan teknologi digital dengan pelestarian budaya.

Beragam karya lain turut menyoroti isu sosial dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan dokumentasi proyek mahasiswa, terdapat aplikasi kesehatan mental seperti Sijiwa yang membantu pengguna memantau keseimbangan emosi, hingga platform pengelolaan sampah digital ZeroCycle yang mengusung konsep “sedekah sampah”.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Film Bertema Keluarga dari Indonesia, Ada yang Menghibur juga Mengharukan

Inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada dampak sosial dari teknologi yang dikembangkan.

Ketua panitia CreaFest 2026, Nimas Ratna Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengalaman belajar yang nyata.

“CreaFest tidak hanya ajang melihat, tetapi merasakan langsung pengalaman belajar dalam konteks global. Kami ingin siswa memiliki gambaran nyata tentang bagaimana mereka bisa berkembang dan berkontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.

Baca Juga: 6 Cara Efektif Mengurangi Risiko Cedera Saat Bermain Padel

Rektor Universitas Sugeng Hartono, Jacob F. N. Dethan, menegaskan bahwa pendidikan global tidak harus identik dengan biaya tinggi maupun akses yang terbatas.

“Kami percaya bahwa pendidikan global tidak harus mahal dan jauh. CreaFest merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Sugeng Hartono untuk menghadirkan pengalaman tersebut secara nyata di Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar siap menjadi bagian dari dunia global,” ungkapnya.

Melalui CreaFest 2026, Universitas Sugeng Hartono menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui integrasi pengalaman global dalam proses pembelajaran.

Baca Juga: Review Film Ghost in the Cell, Menilik Sisi Komedi dan Horor yang Ada Didalamnya

Halaman:

Tags

Terkini