news-n-trend

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2025: 28.000 Masyarakat Indonesia Diberikan Perawatan serta Konsultasi Gigi dan Gusi Gratis

Jumat, 26 September 2025 | 15:07 WIB
Peresmian BKGN 2025 (Dok/Alchemy)

SMARTPARENT.ID Minggu lalu, (21/09/2025), berlokasi di Plaza Timur Gelora Bung Karno Jakarta, Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) meresmikan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN). Tahun ini BKGN memasuki tahun penyelenggaran keenam belas. Tema yang diangkat kali ini “Cek Gigi dan Gusi – Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet”, yang berfokus pada edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan gusi. mengingat permasalahan gusi masih seringkali terabaikan oleh masyarakat.

Baca Juga: Dukung Perkembangan dan Kecerdasan Anak, Loluna Sediakan Ruang Bermain Gratis

Peresmian BKGN 2025, dilakukan oleh dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI. Dalam sambutannya ia menyatakan bahwa program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes RI yang telah menjangkau lebih dari 30 juta penduduk memperlihatkan bahwa masalah gigi adalah masalah kesehatan terbanyak, dan ini ditemukan pada semua kelompok umur. “Hal ini menunjukkan bahwa masalah gigi merupakan hal yang perlu kita tanggulangi bersama,” tegasnya. Menurutnya momentum BKGN menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menangani, atau melakukan upaya promotif dan preventif dalam hal kesehatan gigi.

Hal senada juga diucapkan oleh Ketua Pengurus Besar PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc, “Kali ini BKGN 2025 memberikan perhatian khusus pada kesehatan gusi karena penyakit gusi adalah permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang namun masih sering terabaikan.” Jika hal ini dibiarkan, lanjut Usman, tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Baca Juga: Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D selaku Ketua AFDOKGI menjelaskan lebih lanjut, bahwa penyakit gusi memiliki dua tahapan, pertama adalah gingivitis yang ditandai dengan gejala gusi bengkak, merah, atau mudah berdarah. Pada tahap ini, masalah gusi masih dapat diatasi dan bahkan bisa menjadi kembali sehat dengan perawatan yang tepat. Selanjutnya adalah periodontitis, di tahap ini kerusakan sudah sampai ke tulang dan jaringan pendukung gusi, seringkali bersifat irreversible, dimana gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. “Yang sangat perlu kita waspadai adalah, bakteri dari gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, hingga infeksi pernafasan dan komplikasi kehamilan.”

Pemeriksaan Gigi Gratis BKGN 2025 (Dok/Alchemy)

Di tempat yang sama, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Personal Care Community Lead Unilever Indonesia menuturkan, “BKGN 2025 akan memberikan perawatan dan konsultasi gigi dan gusi gratis bagi 28.000 masyarakat, diselenggarakan di 30 Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di seluruh Indonesia.” Layanan ini, lanjutnya, meliputi pembersihan karang gigi, penambalan gigi dan aplikasi fluoride atau fissure sealant, serta pencabutan gigi. Selain itu sebagai upaya promotif preventif, sebanyak 55 PDGI Cabang akan melakukan edukasi kesehatan gigi dan gusi bagi siswa sekolah di berbagai wilayah Indonesia, hingga menjangkau area-area terpencil seperti Simeulue - Aceh, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah, Jeneponto - Sulawesi Selatan, dan Sorong - Papua.

Baca Juga: Cara Komunikasi yang Efektif dengan Pasangan Saat Menjelang Kelahiran: Kunci Harmoni Jelang Babak Baru

Ketua ARSGMPI, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK, yang juga hadir pada acara ini, menerangkan bahwa selama 15 tahun BKGN berlangsung, pembersihan karang gigi atau scaling sebagai salah satu upaya menangani masalah gusi selalu menjadi perawatan yang paling banyak dilakukan di RSGMP yang berpartisipasi. “Artinya permasalahan ini memang sangat sering terjadi di tengah masyarakat, seringkali tanpa mereka sadari,” tegasnya. Untuk itu selain memberikan pelayanan, di BKGN 2025 seluruh RSGMP juga siap mengedukasi masyarakat untuk terus menjaga kesehatan gusi dengan menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi khusus untuk kesehatan gusi, melakukan pembersihan karang gigi secara teratur, serta kontrol rutin ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

Di ujung acara, peserta dan pengunjung yang hadir di Plaza Timur GBK dihibur oleh grup band Gigi. Armand Maulana, vokalis GIGI berkomentar terkait gigi, “Bagi kami (grup band) GIGI mengandung makna sebagai simbol kekuatan. Selama lebih dari 30 tahun eksis di industri musik Indonesia, kami selalu ingin memberi dampak yang kuat buat orang banyak. Termasuk di program berkesinambungan BKGN 2025, sesuatu yang spesial karena kami dipercaya untuk ikut mengedukasi masyarakat menjaga kesehatan gigi dan gusinya lewat kekuatan yang kami punya, yaitu musik.”

Tags

Terkini