SMARTPARENT.ID - Bipolar, atau yang sering disebut sebagai gangguan bipolar, adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem, dari episode mania (atau hipomania) ke episode depresi.
Gangguan ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang, termasuk pekerjaan, hubungan, dan kesehatan fisik.
Jenis-jenis Gangguan Bipolar
1. Bipolar I:
Ditandai oleh setidaknya satu episode mania yang berlangsung minimal tujuh hari, atau oleh gejala mania yang begitu parah sehingga memerlukan perawatan rumah sakit.
Baca Juga: Apa Saja Gejala Social Anxiety Disorder (SAD)?
Seseorang dengan bipolar I juga dapat mengalami episode depresi.
2. Bipolar II:
Melibatkan setidaknya satu episode depresi mayor dan setidaknya satu episode hipomania, tetapi tidak ada riwayat episode mania penuh.
3. Gangguan Bipolar Lainnya:
Terdiri dari bentuk lain yang tidak memenuhi kriteria bipolar I atau II, seperti episode depresi yang berkepanjangan disertai gejala hipomania.
Baca Juga: 7 Cara untuk Menyembuhkan Trauma
Gejala
- Episode Mania:
Peningkatan energi, suasana hati yang euforia, kurang tidur, bicara cepat, perilaku impulsif, dan mengabaikan konsekuensi.
- Episode Depresi:
Perasaan sedih, kehilangan minat, perubahan nafsu makan, kelelahan, dan pikiran untuk bunuh diri.
Penyebab
Penyebab pasti gangguan bipolar belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik, biokimia, dan lingkungan diperkirakan berperan.
Baca Juga: Perlu Diketahui, Inilah Sikap-Sikap Toksik yang Orang Tua Tidak Sadari
Keluarga dengan riwayat gangguan bipolar memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi ini.
Pengobatan
Pengobatan gangguan bipolar biasanya melibatkan kombinasi terapi medis dan psikoterapi.
Obat-obatan seperti stabilisator suasana hati, antipsikotik, dan antidepresan dapat membantu mengelola gejala.
Baca Juga: Mengembangkan Sikap Empati Anak di Sekolah
Terapi perilaku kognitif dan pendidikan tentang penyakit juga penting dalam pengelolaan jangka panjang.