SMARTPARENT.ID – Viral sedot lemak seorang selebgram hingga meregang nyawa. Seberapa aman Tindakan liposuction ini? Yuk simak uraian berikut ini.
Sedot lemak adalah tindakan membuang kelebihan lemak tubuh dengan cara menyedotnya menggunakan peralatan bedah khusus. Operasi ini biasanya dilakukan oleh dokter bedah plastik.
Sedot lemak adalah salah satu jenis operasi kosmetik. Operasi ini membuang kelebihan lemak yang tidak diinginkan untuk memperbaiki penampilan tubuh dan menghaluskan bentuk tubuh yang tidak teratur. Prosedur ini terkadang disebut dengan pembentukan kontur tubuh.
Sedot lemak dapat berguna untuk membentuk kontur di bawah dagu, leher, pipi, lengan atas, payudara, perut, bokong, pinggul, paha, lutut, betis, dan area pergelangan kaki.
Sedot lemak adalah prosedur bedah yang berisiko, dan mungkin melibatkan pemulihan yang menyakitkan. Sedot lemak dapat menimbulkan komplikasi serius atau fatal yang jarang terjadi. Jadi, Anda harus mempertimbangkan dengan saksama keputusan Anda untuk menjalani operasi ini.
Baca Juga: Soal Roti Aoka, BPJPH Siap Uji Ulang Kehalalan dan Periksa Sertifikasi Halal Produk Ini
JENIS-JENIS PROSEDUR Sedot Lemak
Sedot lemak tumescent (injeksi cairan) adalah jenis sedot lemak yang paling umum. Prosedur ini melibatkan penyuntikan sejumlah besar larutan obat ke area tersebut sebelum lemak dibuang. Terkadang, larutannya bisa mencapai tiga kali lipat jumlah lemak yang akan dibuang).
Cairan tersebut merupakan campuran anestesi lokal (lidokain), obat yang menyempitkan pembuluh darah (epinefrin), dan larutan garam intravena (IV). Lidokain membantu membuat area tersebut mati rasa selama dan setelah operasi.
Ini mungkin satu-satunya anestesi yang dibutuhkan untuk prosedur tersebut. Epinefrin dalam larutan membantu mengurangi kehilangan darah, memar, dan pembengkakan. Larutan IV membantu menghilangkan lemak dengan lebih mudah. Lemak disedot keluar bersama lemak. Jenis sedot lemak ini umumnya memakan waktu lebih lama daripada jenis lainnya.
Teknik super-basah mirip dengan sedot lemak tumescent. Perbedaannya adalah tidak banyak cairan yang digunakan selama operasi. Jumlah cairan yang disuntikkan sama dengan jumlah lemak yang akan dihilangkan.