lifestyle

Masalah Kulit Kering, Ini Risiko dan Pencegahannya  

Minggu, 21 Juli 2024 | 04:46 WIB
Masalah kulit kering, ketahui faktor risiko dan pencegahannya. ( Moose Photos/Pexels)

 

SMARTPARENT.ID - Siapapun bisa mengalami kulit kering. Namun Anda lebih mungkin mengalami kondisi ini jika Anda:

  • Berusia di atas 40 tahun, karena kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan berkurang seiring bertambahnya usia
  • Tinggal di iklim dingin, berangin, atau iklim dengan kelembapan rendah
  • Memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda merendam tangan di dalam air, seperti merawat atau menata rambut
  • Gunakan tangan Anda untuk mengerjakan semen, tanah liat atau tanah
  • Sering-seringlah berenang di kolam yang mengandung klorin
  • Memiliki penyakit atau kondisi tertentu, seperti hipotiroidisme, diabetes, atau malnutrisi

Komplikasi

Kulit kering biasanya tidak berbahaya. Namun bila tidak dirawat, kulit kering bisa menyebabkan:

  • Dermatitis atopik (eksim). Jika Anda rentan mengalami kondisi ini, kekeringan yang berlebihan dapat memicu aktivasi penyakit sehingga menyebabkan ruam dan kulit pecah-pecah.
  • Infeksi. Kulit kering bisa pecah-pecah, memungkinkan bakteri masuk dan menyebabkan infeksi.

Komplikasi ini kemungkinan besar terjadi ketika mekanisme perlindungan kulit Anda sangat terganggu. Misalnya, kulit yang sangat kering dapat menyebabkan retakan atau retakan yang dalam, yang dapat terbuka dan berdarah, sehingga menjadi jalan bagi bakteri untuk menyerang.

Baca Juga: Masalah Kulit Kering, Begini Cara Mengatasinya

Pencegahan

Cobalah tip berikut untuk membantu kulit Anda mempertahankan kelembapan:

  • Melembabkan. Pelembab menyegel air untuk membantu menjaga pelindung kulit Anda tetap sehat. Gunakan pelembab sepanjang hari, terutama pada tangan. Dan sebelum beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelembap yang mengandung sunblock atau tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30, bahkan saat hari mendung. Oleskan tabir surya secukupnya dan aplikasikan kembali setiap dua jam – atau lebih sering jika Anda berenang atau berkeringat.
  • Batasi paparan air. Pertahankan waktu mandi dan mandi hingga 10 menit atau kurang. Gunakan air hangat, bukan air panas. Bilas dan keringkan. Usahakan mandi tidak lebih dari sekali sehari.
  • Gunakan pembersih yang lembut atau sabun bebas alergen. Cobalah krim pembersih tanpa sabun atau shower gel. Atau gunakan sabun pelembab bebas pewangi, tidak mengandung alkohol atau zat penyebab alergi (sabun hipoalergenik), terutama jika Anda sering mencuci tangan. Bilas sampai bersih dan keringkan. Oleskan krim pelembab saat kulit Anda masih lembap.
  • Bercukur dengan hati-hati. Mencukur bisa membuat kering. Jika Anda bercukur, gunakan bahan pelumas sebelum Anda mulai. Cukurlah searah tumbuhnya rambut, kecuali jika hal tersebut mengiritasi kulit Anda. Gunakan pisau tajam dan bilas dengan air hangat setelah setiap pukulan. Setelah selesai, oleskan pelembab.

 

Baca Juga: Persiapan Masuk Sekolah, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

  • Tutupi kulit sebanyak mungkin saat cuaca dingin atau berangin. Cuaca buruk bisa membuat kulit menjadi kering. Syal, topi, dan sarung tangan atau sarung tangan membantu melindungi kulit Anda saat berada di luar ruangan.
  • Memakai sarung tangan. Lindungi tangan Anda dengan sarung tangan yang sesuai saat berkebun, menggunakan pembersih yang keras, dan melakukan aktivitas mengeringkan kulit lainnya.
  • Bilas dan lembapkan setelah berenang. Hal ini sangat penting terutama jika Anda berenang di kolam yang mengandung banyak klorin.
  • Minumlah saat Anda haus. Minumlah minuman nonkafein setiap hari untuk membantu menjaga seluruh jaringan tubuh Anda, termasuk kulit, terhidrasi dengan baik.
  • Mandikan bayi dengan hati-hati. Untuk bayi, menggunakan pembersih setiap 1-2 minggu sekali untuk mandi biasanya sudah cukup. Jika tidak, mandikan mereka hanya dengan air. Namun, bersihkan area popoknya setiap kali mengganti popok. Oleskan tipis-tipis petroleum jelly (Vaseline, Aquaphor, dan lainnya) saat kulit masih lembap.***

Tags

Terkini