lifestyle

Mengenal Fobia, Jenis, Gejala dan Dampaknya  

Senin, 15 Juli 2024 | 15:28 WIB
Fobia bisa terjadi pada siapa saja. (Mart Production/Pexels)

 

 

SMARTPARENT.ID -  Fobia bisa terjadi pada siapa saja. Bagaimana jenis, gejala dan dampak fobia? Yuk simak uraiannya.

Fobia spesifik adalah ketakutan yang berlebihan dan terus-menerus terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya. Pasien tahu ketakutannya berlebihan, tapi mereka tidak bisa mengatasinya.

Ketakutan ini menyebabkan kesusahan sehingga beberapa orang berusaha keras untuk menghindari apa yang mereka takuti. Contohnya adalah berbicara di depan umum, takut terbang, atau takut laba-laba.

Agorafobia

Agoraphobia adalah rasa takut berada dalam situasi di mana pelarian mungkin sulit atau memalukan, atau pertolongan mungkin tidak tersedia jika terjadi gejala panik. Ketakutan tersebut tidak sebanding dengan situasi sebenarnya dan umumnya berlangsung selama enam bulan atau lebih dan menyebabkan masalah dalam fungsi. Seseorang dengan agorafobia mengalami ketakutan ini dalam dua atau lebih situasi berikut:

  • Menggunakan transportasi umum
  • Berada di ruang terbuka
  • Berada di tempat tertutup
  • Berdiri dalam antrean atau berada di tengah keramaian
  • Berada di luar rumah sendirian

Individu secara aktif menghindari situasi tersebut, membutuhkan pendamping atau bertahan dengan ketakutan atau kecemasan yang hebat. Agorafobia yang tidak diobati dapat menjadi sangat serius sehingga seseorang mungkin tidak dapat keluar rumah.

Baca Juga: Mengenal Gangguan Kecemasan, Apa Saja Jenisnya?   

Seseorang hanya dapat didiagnosis menderita agorafobia jika rasa takutnya sangat mengganggu, atau jika rasa takut tersebut sangat mengganggu aktivitas normal sehari-hari.

Gangguan Kecemasan Sosial (sebelumnya disebut fobia sosial)

Seseorang dengan gangguan kecemasan sosial memiliki kecemasan dan ketidaknyamanan yang signifikan karena merasa malu, terhina, ditolak, atau dipandang rendah dalam interaksi sosial. Orang dengan gangguan ini akan berusaha menghindari situasi tersebut atau menanggungnya dengan penuh kecemasan.

Contoh umum adalah rasa takut yang berlebihan terhadap berbicara di depan umum, bertemu orang baru, atau makan/minum di depan umum. Ketakutan atau kecemasan menyebabkan masalah dalam fungsi sehari-hari dan berlangsung setidaknya enam bulan.

Gangguan Kecemasan Perpisahan

Halaman:

Tags

Terkini