SMARTPARENT.ID - Lidah buaya, juga disebut Aloe barbadensis, adalah tanaman hijau abadi sukulen yang banyak dibudidayakan dan tumbuh liar di iklim panas dan kering, seperti Afrika dan sekitar Mediterania.
Ini adalah salah satu dari lebih dari 500 anggota genus Aloe yang beragam dalam keluarga Xanthorrhoeaceae. Namun, tidak semua lidah buaya memiliki khasiat atau kegunaan obat yang sama seperti lidah buaya.
Siapa yang menggunakan lidah buaya?
Lidah buaya adalah obat tradisional yang digunakan dalam kebudayaan kuno termasuk oleh orang Yunani, Cina, Mesir, India, dan Romawi. Saat ini lidah buaya digunakan oleh masyarakat umum, pengobat tradisional, dan beberapa ahli kesehatan untuk mengatasi kelainan kulit.
Secara anekdot, lidah buaya digunakan untuk mengobati berbagai macam kelainan kulit karena menenangkan, melembapkan, dan mendinginkan kulit. Kegunaannya termasuk mengobati luka bakar ringan (termasuk sengatan matahari), iritasi kulit ringan, jerawat, gigitan serangga, lecet, penuaan kulit, eksim (termasuk dermatitis serbet), dan psoriasis.
Ceritakan lebih banyak tentang lidah buaya
Daun lidah buaya berukuran besar, tebal, berdaging, dengan ujung lancip dan ujung runcing. Ini dapat dibagi menjadi dua bagian yang berbeda secara kimia: bagian luar berwarna hijau yang berisi ikatan pembuluh, dan gel bagian dalam.
Baca Juga: Manfaat Vitamin A Untuk Mata, Tak Hanya Cegah Miopia
Eksudat kuning dari sekitar pembuluh darah terasa pahit dan mengandung antrakuinon, senyawa yang memberi aroma khas pada lidah buaya. Gel tersebut 99% terdiri dari air dan 1% sisanya merupakan rangkaian senyawa terlarut termasuk vitamin, mineral, enzim, gula (monosakarida dan polisakarida), senyawa fenolik, dan asam organik yang larut dalam air dan lemak.
Khasiat obat diklaim baik pada bagian luar maupun bagian dalam daun. Ada olahan lidah buaya yang berasal dari ekstrak daun utuh, jus lidah buaya dari eksudat kuning (getah), dan gel bagian dalam yang tidak berwarna dan berlendir yang telah digunakan secara topikal untuk mengobati berbagai kondisi kulit.
Penggunaan dermatologis Aloe vera berasal dari sejarah kuno. Ada penjelasan penggunaannya pada masa pemerintahan Kaisar Nero untuk meringankan iritasi kulit, sengatan matahari, dan jerawat.
Ratu Mesir Cleopatra dan Nefertiti menggunakan lidah buaya sebagai bagian dari perawatan kulit sehari-hari mereka. Itu digunakan untuk membalsem orang mati karena sifat antibakteri dan antijamurnya menunda pembusukan fisik sehingga memungkinkan kehidupan kekal secara fisik dan spiritual.