lifestyle

Berisiko Sebabkan Depresi, Temuan Studi HCC 7 dari 10 Ibu di Indonesia Alami Mom-Shaming

Senin, 1 Juli 2024 | 21:47 WIB
Banyak ibu yang mengalami body shaming (HCC)

SMARTPARENT.ID -  Studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) mengungkap tingginya angka mom shaming di Indonesia, menyoroti perlunya kesadaran dan tindakan untuk mengatasi masalah ini di masyarakat.

Penelitian yang dilakukan oleh Peneliti Utama dan Ketua HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH menunjukkan bahwa angka kejadian mom shaming sebesar 72% dan Sebagian besar dialami ibu responden penelitian ini justru dari keluarga dan orang terdekat.

“Hasil studi menunjukkan, 7 dari 10 ibu di Indonesia yang diwakili responden penelitian ini pernah mengalami bentuk mom shaming, yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan emosional mereka.

Baca Juga: Perlu Disimak! 6 Cara Untuk Mengetahui Kehidupan Anak di Sekolah

Karena aktor pelaku mom shaming berdasarkan hasil survei ini, menurut ibu responden, justru diterima dari lingkungan initi mereka, yaitu keluarga, kerabat, dan lingkungan tempat tinggal.

Ini tentunya temuan yang perlu di kaji lebih sistematis, karena keluarga harusnya menjadi core support system yang melindungi ibu dari perlakuan mom shaming,” ungkap Dr Ray yang juga merupakan Inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa ini.

Lebih lanjut, Ray yang melakukan studi ini Bersama Research Associate HCC, Yoli Farradika M.Epid ini menegaskan, mayoritas ibu yang mengalami mom shaming juga cenderung terpengaruh sehingga secara deskripsi lebih dari 50% terpaksa mengganti pola asuh dan parenting untuk mengikuti kritik dari pelaku mom shaming.

Baca Juga: Ragam Terapi Eksim atau Dermatitis Atopik, Mana yang Terbaik?

Bahkan hanya 23% ibu responden yang mengaku berani melawan dan menghindar dari perlakuan mom shaming.

Menurut Ray, “kondisi ini disebabkan kurang optimal nya peran support system yaitu keluarga yang harusnya melindungi mereka.

Akibatnya selain tidak bisa melawan dan menghindar, malahan ibu yang mengalami mom shaming takluk dengan kritik tidak membangun ini dan mengorbankan pola asuh atau gaya parenting yang bisa saja sudah baik,” ujar Ray yang juga pengajar Kedokteran Kerja di Kedokteran Komunitas FKUI ini.

Ditemukan pula bahwa peran social media ternyata tidak terlalu signifikan dalam perlakuan mom-shaming.

Baca Juga: Mengenal Eksim atau Dermatitis Atopik, Ini Obatnya

Para ibu responden survei ini hanya sedikit yang terpengaruh mom shaming dari social media, yaitu hanya sekitar 6 persen.

Halaman:

Tags

Terkini