lifestyle

Apa Benar Madu Lebih Sehat Dibanding Gula? Begini Faktanya

Minggu, 30 Juni 2024 | 21:28 WIB
Apa benar madu lebih menyehatkan ketimbang gula, simak fakta ini. (Dmytro/Pexels)
  • asam amino
  • antioksidan
  • enzim
  • mineral
  • vitamin

Madu berwarna gelap mungkin mengandung lebih banyak antioksidan dibandingkan madu berwarna terang.

Biasanya, madu kurang diproses dibandingkan gula rafinasi karena produsen biasanya hanya mempasteurisasinya sebelum digunakan. Madu mentah juga bisa dimakan.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa madu lebih tinggi fruktosanya dibandingkan glukosa. Fruktosa lebih manis daripada glukosa, jadi seseorang mungkin hanya perlu menggunakan sedikit fruktosa untuk mempermanis makanan atau minumannya.

Kegunaan obat

Penelitian tentang kegunaan madu untuk pengobatan sedang berlangsung. Namun, beberapa kegunaan potensial meliputi:

  • Penekan batuk: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi madu bisa menjadi cara alami untuk meredakan batuk akut pada anak-anak. Namun, para peneliti juga menyoroti bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut dengan kualitas lebih tinggi untuk memahami kemanjurannya.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Manfaat Olahraga untuk Anak Perempuan, Ini Faktanya

  • Meredakan alergi: Tinjauan penelitian tahun 2020 menemukan bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu mungkin merupakan agen anti-alergi yang efektif. Namun, penulis tinjauan tersebut menyoroti bahwa terdapat kesenjangan dalam penelitian dan diperlukan lebih banyak studi klinis mengenai topik tersebut.
  • Penyembuhan luka: Tinjauan penelitian pada tahun 2021 menunjukkan bahwa madu bermutu medis dapat menjadi alternatif yang potensial untuk antibiotik atau terapi pelengkap untuk mengobati luka yang terinfeksi secara lokal.

Kekurangan dan Resiko Madu

Beberapa kelemahan yang terkait dengan madu meliputi:

  • Jumlah kalori yang tinggi: Satu sendok makan madu mengandung sekitar 64 kalori, sedikit lebih tinggi dari gula, yaitu sekitar 50 kalori per sendok makan.
  • Risiko botulisme pada bayi: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar pengasuh tidak memberikan madu kepada bayi di bawah usia 12 bulan karena risiko botulisme pada bayi, penyakit langka namun berpotensi mengancam jiwa.
  • Risiko kondisi kesehatan lainnya: Karena madu mengandung gula, mengonsumsi terlalu banyak madu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.**

Halaman:

Tags

Terkini