lifestyle

Waspadai Bahaya Rokok, Ini Daftar Zat Kimia dari Asap Tembakau

Minggu, 2 Juni 2024 | 08:09 WIB
Waspadai bahaya rokok, ketahui zat kimia yang terkandung di dalam asap tembakau ( JÉSHOOTS/Pexels)

Produk tembakau tanpa asap mengandung berbagai bahan kimia yang berpotensi berbahaya, termasuk TSNA tingkat tinggi. Ada juga agen penyebab kanker lainnya dalam tembakau tanpa asap, seperti polonium-210 (elemen radioaktif) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) lainnya.

Karsinogen ini diserap melalui mulut dan mungkin menjadi alasan mengapa beberapa jenis kanker dikaitkan dengan penggunaan tembakau tanpa asap.

Snus (diucapkan 'snoose') adalah sejenis tembakau lembab yang tidak perlu diludahi. Ini pertama kali digunakan di Swedia dan Norwegia, tetapi sekarang juga tersedia di Amerika Serikat. Snus umumnya memiliki kadar nikotin dan TSNA yang lebih rendah dibandingkan merek tembakau basah tradisional, namun tetap dapat membuat ketagihan dan dikaitkan dengan beberapa jenis kanker.

Produk terlarut adalah bentuk tembakau tanpa asap yang tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, seperti tablet hisap, bola, pelet, strip tipis, dan batangan. Tergantung pada jenisnya, dimasukkan ke dalam mulut, dikunyah, atau dihisap sampai larut. Seperti produk tembakau lainnya, produk tembakau yang dapat larut mengandung nikotin dan bahan kimia berbahaya lainnya yang berpotensi membahayakan.

Baca Juga: Kenali Anemia pada Bayi dan Anak, Perlukah Suplemen Zat Besi?

Produk tembakau yang dipanaskan (terkadang disebut produk “panas-bukan-bakar”) biasanya menggunakan elemen pemanas elektronik, yang memanaskan batang, sumbat, atau kapsul berisi tembakau yang dirancang khusus.

Panas melepaskan nikotin (dan bahan kimia lainnya) yang kemudian dapat dihirup ke paru-paru, namun tembakau tidak menjadi cukup panas untuk terbakar. Perangkat ini tidak sama dengan rokok elektrik.

Seperti produk tembakau lainnya, produk tembakau yang dipanaskan mengeluarkan nikotin dan bahan kimia berbahaya dan berpotensi membahayakan lainnya. Meskipun kadar bahan kimia ini umumnya lebih rendah dibandingkan asap rokok biasa, bukan berarti produk tersebut benar-benar aman.

Rata-rata, produk tembakau tanpa asap membunuh lebih sedikit orang dibandingkan rokok. Meski sering dipromosikan sebagai alternatif yang tidak terlalu berbahaya dibandingkan rokok, beberapa jenis rokok masih dikaitkan dengan kanker.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Multiple Sclerosis, Begini Gejala dan Terapinya

Beberapa produk mungkin memaparkan penggunanya pada tingkat bahan kimia berbahaya yang lebih rendah dibandingkan rokok biasa, namun hal ini tidak berarti produk tersebut aman.

 

Tidak ada produk tembakau tanpa asap yang terbukti membantu perokok berhenti.

Rokok elektrik dan perangkat serupa

Rokok elektrik dan sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS) lainnya telah menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan anak muda. Terkadang mereka digunakan sebagai pengganti rokok atau produk tembakau lainnya, namun bagi banyak orang, tembakau adalah produk tembakau pertama yang digunakan.

Halaman:

Tags

Terkini