SMARTPARENT.ID - Selama ini, pengasuhan anak kerap dianggap sebagai urusan privat keluarga. Namun di balik satu keputusan menitipkan anak, tersimpan dampak domino yang jauh lebih luas, mulai dari produktivitas tenaga kerja, keberlanjutan karier perempuan, hingga fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
MainStory menegaskan bahwa pengasuhan anak (childcare) bukan sekadar layanan, melainkan bagian dari infrastruktur sosial yang berperan penting dalam membentuk kualitas generasi masa depan dan partisipasi tenaga kerja hari ini.
“Ketika seorang ibu bisa tetap bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang aman dan berkualitas, dampaknya tidak berhenti di keluarga itu saja. Dampaknya menjalar ke produktivitas perusahaan dan ekonomi nasional,” ujar Antoni Lewa, CEO MainStory.
Baca Juga: OH!SOME Hadirkan Kartu Koleksi Pixar & MLBB M7, Sambut Awal 2026 Lebih Seru
Menurut Anthony, pengasuhan anak layak diposisikan sebagai infrastruktur sosial karena dampaknya lintas generasi, mulai dari stimulasi tumbuh kembang anak, keberlanjutan karier orang tua, khususnya perempuan, hingga produktivitas ekonomi jangka panjang. Berbagai riset menunjukkan bahwa investasi pada pengasuhan anak berkualitas dapat memberikan return hingga 7-10 kali lipat serta membantu menyetarakan peluang ekonomi anak lintas latar sosial di masa dewasa.
Artinya, setiap rupiah yang dialokasikan negara untuk pengasuhan anak tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak, tetapi juga menciptakan efek domino, mulai dari peningkatan partisipasi kerja orang tua, produktivitas tenaga kerja, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam konteks Indonesia, akses pengasuhan anak yang terjangkau dan berkualitas berpotensi meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan dari 53% menjadi 58%, yang dalam berbagai studi diperkirakan dapat berkontribusi hingga USD 62 miliar terhadap PDB per tahun.
Baca Juga: SharpSpearmint dengan Neumentix™ Resmi Hadir, Solusi Herbalife untuk Gaya Hidup Aktif
Ini menunjukkan pengasuhan anak adalah fondasi sosial yang turut menentukan daya saing tenaga kerja di masa depan.
Dampak Nyata terhadap Masyarakat
Sejak berdiri pada 2022, MainStory telah mengoperasikan lebih dari 30 unit daycare dan homecare di lima kota, melayani lebih dari 7000 keluarga per Januari 2026, sekitar 4.500 di antaranya adalah ibu bekerja, serta mencatat lebih dari 150.000 hari pengasuhan anak. Tingkat retensi keluarga mencapai 89%, dengan net promoter score sebesar 71% yang ditopang oleh faktor teknologi dan keamanan.
“Angka-angka ini bukan sekadar pertumbuhan bisnis. Ini mencerminkan kebutuhan riil keluarga bekerja hari ini dan kepercayaan yang mereka titipkan kepada kami,” ujar Antoni.
Baca Juga: Doa Bersama Awali 2026, Mal Ciputra Jakarta Pererat Kebersamaan Manajemen dan Karyawan
Survei internal MainStory memperlihatkan bagaimana dampak domino tersebut terjadi di tingkat keluarga. Sebanyak 71,7% orang tua baru pertama kali menggunakan layanan pengasuhan anak dan memilih MainStory sebagai pengalaman pertamanya; 68% merasa lebih fokus bekerja; 54,7% (mayoritas ibu) dapat kembali bekerja atau batal mengundurkan diri; 55% menghemat biaya sekitar Rp 1 juta-Rp 4 juta per bulan; serta 48% menghemat 7–12 jam per hari yang sebelumnya terserap untuk urusan pengasuhan.