lifestyle

Belajar dari AiSensum, Saat AI Membantu Manusia Jadi Lebih Manusiawi

Jumat, 7 November 2025 | 06:38 WIB
Peserta forum AI in Action mendengarkan sesi inspiratif tentang bagaimana AI menciptakan ruang baru bagi kreativitas dan empati di tempat kerja (AI Sensum)

SMARTPARENT.IDAsia Tenggara sedang memasuki fase baru dalam transformasi digitalnya. Dari industri kreatif hingga layanan kesehatan, perusahaan mulai menguji cara AI dapat diterapkan secara praktis—bukan hanya untuk otomatisasi, tapi untuk memperluas kemampuan manusia.

Laporan IDC 2025 menyebutkan, lebih dari 70 persen perusahaan di kawasan ini telah mengadopsi inisiatif AI, namun hanya 23% yang benar-benar membawa ke tahap penggunaan transformatif, alias menghasilkan dampak nyata.

Namun seperti yang diakui banyak pelaku industri, tantangan terbesar bukan pada teknologinya, melainkan pada manusia yang menggunakannya.

Baca Juga: Rahasia Sukses Loluna: Dengarkan Konsumen, Hadirkan Sunscreen Lembut untuk Kulit Anak

Hal itu menjadi benang merah dalam forum “AI in Action” yang digelar di Thamrin Nine Ballroom Jakarta, oleh AiSensum, dan didukung oleh Surveysensum, di mana berbagai perusahaan berbagi cerita transformasi teknologi mereka.

Di acara hari ini, cerita-cerita yang muncul tidak berbicara tentang otomatisasi semata, tetapi tentang keberanian mencoba, membangun kepercayaan, dan menyeimbangkan antara intuisi dan data.

Di antara banyak cerita yang dibagikan, satu pola terlihat jelas: adopsi AI yang berhasil selalu dimulai dari pemahaman terhadap manusia yang menggunakannya.  Di antara berbagai cerita yang dibagikan, satu hal menonjol: keberhasilan adopsi AI sering kali muncul di titik pertemuan antara kreativitas dan data.

Dalam dunia pemasaran, misalnya, AI mulai dipakai untuk menganalisis pola konten para Key Opinion Leader (KOL), mulai dari gaya bicara, tempo video, hingga struktur narasi yang paling memikat audiens.

Salah satu perusahaan yang memanfaatkan pendekatan ini adalah CPPetindo, yang menggunakan analisis video berbasis AI, Advize, untuk memahami apa yang membuat konten influencer benar-benar menarik di mata penonton.

Baca Juga: Bobocabin Gunung Mas Wujudkan Wisata Hijau Lewat Aksi Tanam Pohon Bersama Kementerian LH

Dari proses itu, mereka menemukan bahwa AI bukan menggantikan kreativitas, melainkan memperkaya sudut pandang kreatif dengan data yang sebelumnya tak terlihat. “Kami jadi lebih sadar kapan harus mengandalkan intuisi, dan kapan harus mendengarkan data.

Saat kami mendengarkan data, jumlah penonton video kami naik 27%” ujar Wilda Novayana, Brand & Product Development Manager CPPetindo. 

Sementara dari ranah berbeda, dari dunia kesehatan, cerita datang dari Siloam Hospitals, jaringan rumah sakit terbesar di Indonesia dengan 41 cabang di seluruh negeri. Tantangan mereka sederhana namun besar: bagaimana memastikan setiap interaksi pasien mengikuti standar operasional yang ketat.

Baca Juga: Loluna Buktikan Kekuatan Mendengar Kebutuhan Konsumen, Sunscreen Bayi Terbaru Ludes dalam Satu Jam

Halaman:

Tags

Terkini