SMARTPARENT.ID - Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental yang sering kali terdiagnosis pada masa kanak-kanak, meskipun dapat berlanjut hingga dewasa.
ADHD ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, kontrol impuls, dan hiperaktivitas.
Gejala ADHD dapat dibagi menjadi dua kategori utama: gejala inatensi dan gejala hiperaktivitas-impulsivitas.
Baca Juga: Apa Saja Gejala Social Anxiety Disorder (SAD)?
Gejala Inatensi
1. Kesulitan Memperhatikan Detail:
Sering membuat kesalahan ceroboh dalam pekerjaan sekolah atau aktivitas lain.
2. Kesulitan Mempertahankan Perhatian:
Sulit untuk tetap fokus pada tugas atau permainan.
3. Tampak Tidak Mendengarkan:
Sering kali tampak tidak mendengarkan ketika diajak berbicara langsung.
Baca Juga: 7 Cara untuk Menyembuhkan Trauma
4. Kesulitan Mengikuti Instruksi:
Sulit untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang diberikan, yang sering kali berujung pada ketidakselesaan.
5. Organisasi yang Buruk:
Kesulitan dalam mengorganisir tugas dan aktivitas, yang dapat mengganggu rutinitas sehari-hari.
6. Menghindari Tugas yang Membosankan:
Menghindari atau tidak suka melakukan tugas yang membutuhkan usaha mental yang berkepanjangan.
Baca Juga: Perlu Diketahui, Inilah Sikap-Sikap Toksik yang Orang Tua Tidak Sadari
7. Lupa Melakukan Aktivitas Sehari-hari:
Sering lupa melakukan tugas rutin seperti pekerjaan rumah atau janji.
Gejala Hiperaktivitas-Impulsivitas
1. Gerakan Berlebihan:
Sering kali gelisah, menggoyangkan tangan atau kaki, atau tidak bisa duduk diam.
2. Berbicara Berlebihan:
Sering berbicara tanpa henti, dan sulit menunggu giliran untuk berbicara.
Baca Juga: Mengembangkan Sikap Empati Anak di Sekolah
3. Kesulitan Menunggu Giliran:
Sulit untuk menunggu giliran dalam permainan atau percakapan.
4. Mengganggu atau Menginterupsi:
Sering mengganggu orang lain atau menginterupsi aktivitas mereka.
5. Berperilaku Impulsif:
Artikel Terkait
10 Panduan Mendidik Anak dengan ADHD
Tanda-tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak
Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua