Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia, Begini Kiat Menjaga Daya Tahan Tubuh

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Sabtu, 4 Mei 2024 | 23:09 WIB
Cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia bisa berdampak pada kesehatan. (Pexels/Vraj Shah)
Cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia bisa berdampak pada kesehatan. (Pexels/Vraj Shah)

 

SMARTPARENT.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa terakhir ini suhu udara di sebagian besar di wilayah Indonesia mengalami peningkatan hingga lima derajat di atas suhu rata-rata maksimum harian.

BMKG melansir, cuaca panas ekstrem di Indonesia ini disebabkan adanya gerak semu matahari sebagai siklus tahunan. Situasi ini diperkirakan akan terjadi sampai bulan Agustus atau bahkan September 2024.

Beberapa wilayah mengalami meningkatkan suhu udara yang drastis, seperti di DKI Jakarta, Pekan Baru, dan Sabang mencapai 34.4 celcius, sementara itu Surabaya mencapai 35,4 celcius, serta Jayapura mencapai 35,6 celcius.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa suhu panas yang melanda Indonesia tidak dipengaruhi gelombang panas (heatwave) yang sedang dialami di beberapa negara di Asia Selatan dan Tenggara.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Efek Samping Obat Antibiotik, Begini Dampaknya

Kondisi cuaca panas ekstrem dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa bila seseorang sering terpapar cuaca panas ekstrem seperti ini bisa menimbulkan heatstroke atau serangan panas.

Heatstroke merupakan dampak paling berat akibat cuaca panas ketika tubuh tidak mampu mengontrol suhu badan. Selain heatstroke, risiko yang perlu diwaspadai lainnya adalah dehidrasi yaitu kondisi ketidakseimbangan tubuh yang ditandai dengan defisiensi atau kekurangan cairan dan elektrolit.

Dilansir laman Kementerian Kesehatan di kemkes.go.id, cuaca panas tidak hanya membuat aktivitas masyarakat menjadi terganggu, namun juga menyebabkan terjadinya berbagai potensi masalah kesehatan antara lain:
• Dehidrasi, heatstroke dan iritasi kulit yang ditandai dengan kelelahan, kulit kering serta warna air kencing yang keruh.
• Sakit kepala sebelah (migrain) akibat terpapar panas matahari ataupun terpapar polusi yang berlebihan.
• Panas dalam akibat kondisi cuaca yang panas dan diperparah dengan asupan makanan yang kurang tepat, seperti gorengan atau makanan pedas.
• Demam tinggi akibat paparan sinar matahari, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat. Apabila tidak mendapatkan penanganan, akan berbahaya dan dapat merusak otak serta organ-organ vital di dalam tubuh kita.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Dapat Mengobati Penyakit Flu yang Membandel

Berikut tips menjaga kesehatan menghadapi cuaca panas ekstrem saat ini:

Cukupi Kebutuhan atau Konsumsi Air Mineral
Pastikan untuk mencukupi kebutuhan air minum untuk mencegah risiko dehidrasi. Jangan menunggu haus. Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, minuman manis dan alkohol.

Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari
Hindari kontak langsung dengan sinar matahari. Pakai tabir surya atau sunscreen dengan nilai SPF minimal 30, gunakan topi atau payung. Pilih pakaian berbahan ringan dan longgar.

Hindari Aktivitas di Area Panas Terlalu Lama
Saat terjadi suhu yang meningkat ekstrem seperti sekarang ini sebaiknya menghindari kegiatan di area panas terlalu lama agar tak mengalami heat stroke. Manfaatkan waktu untuk beristirahat di area atau ruangan yang sejuk.

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X