- Sering menggigit atau mengisap benda
- Banyak mengeluarkan air liur
- Gusi merah atau bengkak
- Demam ringan
Kalau bayi juga mengalami demam tinggi atau gejala lain seperti batuk dan pilek, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Baca Juga: Dampak Positif dan Negatif Gadget untuk Anak: Kenali Batasnya, Yuk!
- Gangguan Tidur atau Sleep Regression
Bayi juga bisa mengalami yang namanya sleep regression, biasanya terjadi pada usia 4 bulan, 8 bulan, atau 12 bulan.
Sleep regression adalah fase ketika bayi yang sebelumnya tidur nyenyak mendadak jadi sering bangun dan rewel. Penyebabnya bisa karena perkembangan motorik, lonjakan pertumbuhan, atau perubahan jadwal tidur.
Tenang Moms, ini hanya sementara dan bisa diatasi dengan rutinitas tidur yang konsisten dan sabar menenangkan si kecil.
Tips Menghadapi Bayi yang Menangis di Malam Hari
Berikut beberapa tips yang bisa Moms coba agar malam hari jadi lebih tenang:
✅ Buat rutinitas tidur yang konsisten (mandi, menyusu, cerita, tidur)
✅ Jaga suhu kamar tetap nyaman (sekitar 24–26°C)
✅ Pastikan si kecil kenyang dan popok kering sebelum tidur
✅ Redupkan lampu dan jauhkan gadget
✅ Gendong dan nyanyikan lagu pengantar tidur
✅ Gunakan white noise atau suara lembut alami
Kapan Harus Khawatir?
Menangis di malam hari itu wajar, selama tidak disertai gejala serius. Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Tangisan sangat intens dan berlangsung terus-menerus
- Bayi demam tinggi, muntah, atau diare
- Bayi tampak lemas, sulit bangun, atau tidak mau menyusu
- Ada perubahan mendadak dalam pola tidur atau makan
Menangis di malam hari adalah hal yang wajar bagi bayi, terutama di bulan-bulan awal kehidupannya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari lapar, tidak nyaman, kolik, hingga ingin merasa dekat dengan orang tuanya.
Yang penting, Moms dan Dads tetap tenang, penuh kesabaran, dan selalu berusaha memahami sinyal yang diberikan si kecil. Ingat, fase ini tidak akan berlangsung selamanya. Dengan cinta, rutinitas yang baik, dan bantuan profesional jika perlu, malam-malam penuh tangis ini akan berlalu.
Kalau Moms merasa artikel ini bermanfaat, jangan ragu share ke teman atau komunitas ya. Dan ingat, Moms nggak sendiri kok—banyak ibu lain yang juga berjaga semalaman demi si kecil. Semangat!