Kolik biasanya muncul pada usia 2 minggu hingga 3 bulan dan ditandai dengan:
- Tangisan kencang selama lebih dari 3 jam
- Terjadi lebih dari 3 hari seminggu
- Terjadi selama lebih dari 3 minggu
Menurut Mayo Clinic, penyebab kolik belum diketahui pasti, tapi sering dikaitkan dengan gas berlebih di perut atau sistem pencernaan yang belum matang.
Ciri khasnya: bayi menangis kencang di malam hari, mengepalkan tangan, kaki menekuk ke perut, dan sulit ditenangkan.
Cara mengurangi kolik:
- Sendawakan bayi setelah menyusu
- Lakukan pijat lembut di perut
- Gendong sambil mengayun pelan
- Coba gunakan botol anti-kolik bila menyusu dengan dot
Baca Juga: Cara Menghadapi Rasa Takut Menjadi Orang Tua Baru: Yuk, Tenang Dulu!
- Overstimulasi atau Kelelahan
Pernah merasa lelah banget, tapi malah susah tidur? Nah, bayi juga bisa mengalami hal serupa. Saat mereka terlalu banyak menerima rangsangan (suara, cahaya, aktivitas), tubuhnya justru sulit tenang.
Kelelahan juga bisa menyebabkan bayi jadi sangat rewel di malam hari. Ironisnya, bayi yang kelelahan malah jadi lebih sulit tidur.
Solusinya:
- Buat rutinitas tidur yang tenang dan konsisten
- Redupkan lampu dan hindari suara keras menjelang tidur
- Beri waktu tenang (quiet time) sebelum tidur malam
- Bayi Mencari Kedekatan Emosional
Kadang, bayi hanya ingin didekap dan merasa aman. Di malam hari, saat suasana hening dan orang tua mulai menjauh untuk tidur, bayi bisa merasa tidak aman dan mencari kenyamanan lewat tangisan.
Menurut Harvard Center on the Developing Child, dekapan orang tua membantu perkembangan otak bayi dan menenangkan sistem saraf mereka.
Jadi, jangan ragu untuk menggendong atau memeluk bayi yang menangis di malam hari. Pelukan Moms adalah "obat penenang" alami bagi si kecil.
- Tumbuh Gigi atau Demam
Saat tumbuh gigi, bayi bisa merasa sangat tidak nyaman, apalagi di malam hari. Gusi yang nyeri bikin mereka gelisah dan sulit tidur.
Tanda tumbuh gigi: