SMARTPARENT.ID Sebuah survei yang dilakukan oleh portal FindaProperty.com menemukan bahwa sebagian besar pasangan suami istri (pasutri) di Inggris masih memiliki ketergantungan kepada orangtuanya dalam hal merawat dan mengasuh anak. Sebanyak 84% dari hasil survei terhadap 1.550 orangtua dan calon orangtua meminta bantuan orangtua mereka untuk mengasuh anak, setidaknya sekali seminggu. Sebagian besar di antaranya ingin memiliki tempat tinggal di dekat rumah orangtuanya dan sebagiannya lagi ingin orangtua tinggal mendekati ke kediaman mereka. Meski ada pula di antara mereka yang tak ingin anaknya diasuh orangtua mereka dengan alasan pola asuh yang berbeda.
Menitipkan anak ke kakek-nenek, menurut psikolog Donna Dawson dari FindaProperty.com, ada positif dan negatifnya. Positifnya, biasanya kakek-nenek sudah mengenal sehingga bisa lebih dipercaya untuk merawat dan mengasuh cucu-cucunya. Sisi negatifnya jika antara anak dengan orangtua sedang bersitegang dapat mengganggu pola pengasuhan anak/cucu. Bukankah hubungan antara anak dengan orangtua bisa pasang surut? Jika ada satu permasalahan, meskipun kecil, kemudian tidak dilakukan penanganan yang baik bisa saja memuncak menjadi ketegangan-ketegangan.
Baca Juga: Bila Anak “Mencuri” Benda Milik Temannya, Ini yang Moms Perlu Lakukan
Aturan Main yang Baik, Penitipan pun Lancar
Meskipun mereka kakek-nenek dari anak-anak kita namun menitipkan anak pun harus ada aturan mainnya. Supaya semua berlangsung dengan baik sehingga hubungan kita dengan orangtua tetap berjalan baik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita bicarakan dengan orangtua.
- Perlu Menyamakan Persepsi
Karena lahir dari generasi yang berbeda maka pola pengasuhan antara kita dengan orangtua pun biasanya berbeda. Berbicaralah dengan mereka pola asuh apa yang kita inginkan kepada anak-anak kita lalu samakan dengan persepsi dari orangtua. Memang bukan hal mudah tetapi dengan membicarakan di awal akan membuat jalinan hubungan kita lebih baik karena ada usaha untuk menyamakan persepsi. Misalnya persepsi tentang aturan menonton televisi, bermain video game, jajanan warung, dan lainnya.
- Percayai Orangtua Jangan Selalu Curiga
Setelah menitipkan anak ke kakek-neneknya, percayakan mereka untuk mengatur dan menjalankan “tugas” baru mereka sepenuhnya. Jangan selalu curiga, mengontrol secara ketat dengan sering menelepon, menanyakan hal-hal yang terkesan berlebihan. Dengan memberikan kepercayaan kepada mereka secara tidak langsung kita telah menjalin hubungan harmonis dengan orangtua kita meskipun mereka “dititipi” kerepotan dengan mengasuh cucu-cucunya.
- Jangan keburu marah
Tak mustahil terjadi hal-hal yang tidak sreg di hati dari pola asuh yang dilakukan si kakek-nenek. Misalnya, anak sakit radang tenggorokan karena kakek-nenek memberikan gula-gula atau makanan junkfood padahal kita sudah memberitahu mereka bahwa makanan tersebut dilarang diberikan. Jika kita mendapati kejadian ini sebaiknya jangan keburu marah. Cari tahu dulu kenapa anak-anak memakan makanan tersebut, mungkin meminta dari temannya tanpa izin dari kakek-nenek, mungkin anak kita tantrum demi mendapatkan makanan tersebut dan kakek-nenek tidak tega, mungkin ia membeli sendiri di warung dengan uang jajan yang kita berikan, dan lainnya. Kalau pun hal tersebut kesalahan dari si kakek-nenek kita pun tak berhak marah karena mungkin mereka lupa mengingat usianya yang sudah tua. Lagi pula kita kan butuh tenaga mereka untuk mengasuh anak-anak kita.
- Fasilitasi Kebutuhan Anak
Meskipun mereka orangtua kita sendiri namun hal-hal yang terkait dengan kebutuhan anak harus dialokasikan. Misalnya, uang jajan, makanan kegemaran anak, mainan, pakaian, dan lainnya. Alokasikan uang jajan secukupnya, sediakan makanan kegemaran anak dan simpan di lemari pendingin di rumah kakek-nenek, belikan mainan yang mereka sukai, dan lainnya. Usahakan jangan membebani orangtua kita dengan hal-hal lain karena mereka sudah repot mengurus anak kita. Jauh lebih bijaksana jika setiap bulan kita mengalokasikan dana khusus sebagai hadiah telah merawat dan menjaga anak-anak kita.
- Jaga hubungan Tetap Baik
Hubungan baik harus dijaga dengan baik, terlebih ketika orangtua kita mau dititipi cucu-cucunya. Hubungan baik ini bisa dengan menunjukkan kepedulian kita kepada mereka seperti menanyakan kesehatannya, apakah kebutuhan sehari-hari sudah mencukupi, menanyakan keinginan mereka yang masih belum terwujud, dan lainnya. Dengan bersikap peduli maka hubungan kita dengan orangtua menjadi lebih harmonis.