Baca Juga: 7 Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Fisik dan Mental
Penyebab
Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus, biasanya virus yang sama yang menyebabkan pilek dan flu (influenza). Antibiotik tidak membunuh virus, jadi obat jenis ini tidak berguna pada sebagian besar kasus bronkitis.
Penyebab paling umum dari bronkitis kronis adalah merokok. Polusi udara dan debu atau gas beracun di lingkungan atau tempat kerja juga dapat berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
Faktor risiko
Faktor-faktor yang meningkatkan risiko bronkitis meliputi:
- Asap rokok. Orang yang merokok atau tinggal bersama perokok mempunyai risiko lebih tinggi terkena bronkitis akut dan bronkitis kronis.
- Resistansi rendah. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyakit akut lainnya, seperti pilek, atau kondisi kronis yang membahayakan sistem kekebalan tubuh Anda. Orang lanjut usia, bayi, dan anak kecil mempunyai kerentanan lebih besar terhadap infeksi.
- Paparan terhadap bahan iritan di tempat kerja. Risiko Anda terkena bronkitis lebih besar jika Anda bekerja di sekitar iritasi paru-paru tertentu, seperti biji-bijian atau tekstil, atau terkena asap kimia.
- Refluks lambung. Serangan sakit maag yang parah berulang kali dapat mengiritasi tenggorokan dan membuat Anda lebih rentan terkena bronkitis.
Komplikasi
Meskipun satu episode bronkitis biasanya tidak menimbulkan kekhawatiran, hal ini dapat menyebabkan pneumonia pada beberapa orang. Namun, serangan bronkitis yang berulang mungkin berarti Anda menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Baca Juga: Masalah Kulit Kering, Ini Risiko dan Pencegahannya
Pencegahan
Untuk mengurangi risiko bronkitis, ikuti tips berikut:
- Hindari asap rokok. Asap rokok meningkatkan risiko bronkitis kronis.
- Dapatkan vaksinasi. Banyak kasus bronkitis akut disebabkan oleh virus influenza. Mendapatkan vaksin flu tahunan dapat membantu melindungi Anda dari terkena flu. Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan vaksinasi yang melindungi terhadap beberapa jenis pneumonia.
- Cuci tangan Anda. Untuk mengurangi risiko tertular infeksi virus, sering-seringlah mencuci tangan dan biasakan menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
- Kenakan masker bedah. Jika Anda menderita COPD, Anda mungkin mempertimbangkan untuk mengenakan masker di tempat kerja jika Anda terpapar debu atau asap, dan saat Anda berada di tengah keramaian, seperti saat bepergian.***