Hal ini dapat menyebabkan otak mengalami atrofi atau menyusut. Dan hal ini dapat menyebabkan penyakit pembuluh darah kecil, yang membatasi aliran darah di otak, menyebabkan kesulitan kognitif dan, jika cukup parah, memicu perkembangan demensia vaskular.
Di laboratoriumnya, Novak sedang mempelajari cara mencegah efek ini pada penderita diabetes tipe 2. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan semprotan hidung yang disebut insulin intranasal (INI).
Saat digunakan, INI memasuki otak dan berikatan dengan reseptor di jaringan memorinya, termasuk hipokampus, hipotalamus, dan korteks insular. Ketika sinyal dalam jaringan memori ini menjadi lebih efisien, fungsi kognitif yang terkait dengan area ini, seperti pembelajaran dan persepsi visual tentang hubungan spasial, akan meningkat.
“Diabetes tipe 2 mempercepat penuaan otak,” kata Novak, “yang pada gilirannya mempercepat penurunan fungsi otak. Dengan insulin intranasal, kami berharap menemukan cara pengobatan baru untuk memperlambat efek ini atau mencegahnya sama sekali.”
Dalam studi percontohan, Novak dan rekan-rekannya menemukan bahwa dosis tunggal INI mempunyai efek positif pada memori, pembelajaran verbal, dan orientasi spasial. Dia sekarang merencanakan uji klinis pertama INI pada orang dewasa lanjut usia yang menderita diabetes tipe 2.
Baca Juga: Mengenal Perkembangan Fisik Anak Usia 4-5 Tahun
Hasil uji coba ini sangat relevan karena tingginya prevalensi demensia dan penurunan kognitif yang signifikan di kalangan lansia penderita diabetes.***