Reynaldi menambahkan bahwa konsep ini dirancang agar AI dapat diakses secara inklusif oleh siapa saja tanpa batasan latar belakang.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat untuk terhubung dengan orang baru secara lebih terarah.
Di tengah meningkatnya rasa kesepian, kebutuhan akan koneksi yang relevan semakin besar,” jelasnya.
Co-Founder AICO, Tommy Teja (kiri) & Reynaldi Francois (kanan)
Sementara itu, Co-Founder AICO Tommy Teja menyatakan bahwa Cosmic Affair merupakan langkah awal dari eksplorasi konsep event berbasis AI.
“Ini adalah event pertama kami dengan konsep party berbasis AI dan astrologi. Jika responsnya positif, kami terbuka mengembangkan konsep ini dalam skala lebih besar, berkolaborasi dengan berbagai pihak, atau bahkan merilis aplikasinya secara luas sesuai roadmap yang telah disiapkan,” ujar Tommy Teja.
Tommy juga menegaskan bahwa seluruh data peserta hanya digunakan untuk kepentingan acara dan tidak disimpan setelah kegiatan berakhir, guna memastikan keamanan serta privasi pengguna.
Melalui Cosmic Affair, AICO menegaskan komitmennya untuk menjadikan AI tidak hanya sebagai teknologi canggih, tetapi juga alat praktis yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk membangun koneksi sosial, kolaborasi kreatif, dan peluang baru.