Walau Lebaran sudah lewat dan pandemi mulai mereda, menjaga kebersihan tetap penting. Apalagi kalau selama silaturahmi sempat bertemu banyak orang.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
• Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari luar.
• Bersihkan mainan anak secara berkala.
• Ganti baju dan mandi setelah bepergian.
Anak-anak rentan tertular virus flu, batuk, atau diare dari lingkungan yang ramai. Jadi, moms tetap waspada ya.
6. Kendalikan Asupan Gula dan Garam
Kue Lebaran, sirup, dan cemilan manis memang menggoda. Tapi terlalu banyak gula bisa bikin anak hiperaktif, susah tidur, dan risiko obesitas meningkat.
WHO menyarankan konsumsi gula tambahan <10% dari total energi harian, atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) untuk anak-anak.
Langkah yang bisa moms lakukan:
• Ganti camilan manis dengan buah segar.
• Kurangi minuman manis, beralih ke air putih atau jus tanpa gula.
• Gunakan rempah alami untuk memberi rasa gurih, bukan garam berlebihan.
7. Suplementasi Jika Perlu
Kalau anak terlihat lesu atau kurang semangat setelah Lebaran, moms bisa pertimbangkan pemberian suplemen seperti:
• Vitamin C dan D untuk daya tahan tubuh
• Probiotik untuk menjaga kesehatan pencernaan
• Minyak ikan untuk perkembangan otak dan imunitas
Tapi sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter, ya, moms. Apalagi kalau anak punya riwayat alergi atau kondisi khusus.
8. Perhatikan Kondisi Emosional Anak
Ternyata, perubahan suasana dan pola selama Lebaran juga bisa memengaruhi emosi anak. Mereka bisa jadi lebih rewel, mudah marah, atau malah terlalu lelah.
Yang bisa moms lakukan:
• Beri waktu anak untuk adaptasi perlahan.
• Dengarkan ceritanya saat mereka merasa lelah atau sedih.
• Jangan buru-buru menegur kalau anak belum bisa kembali “normal”.
Bonding time setelah Lebaran bisa jadi momen berkualitas juga, lho. Misalnya dengan membuat scrapbook kenangan Lebaran bareng atau memasak bareng menu sehat favorit.
9. Lakukan Cek Kesehatan Ringan di Rumah
Cek sederhana di rumah bisa membantu moms mendeteksi awal gangguan kesehatan setelah Lebaran:
• Timbang berat badan anak (apakah naik drastis?)
• Periksa suhu tubuh, warna feses, dan nafsu makan
• Perhatikan apakah anak mengeluh perut begah, mual, atau susah BAB
Kalau ada gejala yang mengganggu, segera konsultasikan ke dokter ya, moms. Lebih baik cepat ditangani sebelum bertambah parah.
10. Kembali ke Rutinitas Harian dengan Fleksibel
Terakhir, kunci supaya seluruh keluarga kembali sehat adalah slow but steady. Jangan buru-buru menuntut semuanya kembali seperti sebelum Lebaran. Mulai secara perlahan:
• Bangun pagi kembali bertahap
• Menyusun jadwal makan dan aktivitas anak
• Beri waktu tubuh dan pikiran untuk menyesuaikan
Ingat moms, tujuan utama bukan cuma “fit” secara fisik, tapi juga sehat secara emosional dan sosial.
Setelah masa liburan Lebaran yang penuh makanan enak dan suasana seru, sangat penting buat kita sebagai orangtua untuk mengembalikan ritme hidup keluarga menjadi lebih seimbang dan sehat. Dengan mengatur ulang pola makan, tidur, aktivitas, dan tetap menjaga kebersihan serta emosi anak, moms bisa bantu keluarga tetap sehat dan bugar.
Ingat ya, moms: menjaga kesehatan keluarga bukan tugas berat kalau kita lakukan dengan hati dan konsisten. Yuk, mulai dari hal kecil hari ini!
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang, 2020.
World Health Organization (WHO). Guideline: Sugars intake for adults and children, 2015.